Di penghujung waktu, kala mentari meredupkan langit. Kegelisahan kembali mencuat dalam raga yang penuh kepenatan
Enggan mengais harapan. Relakan apa yang ada dalam genggaman. Jalani tanpa lagi menuntut. Yakini apa yang telah di tetapkan
Menyambut kegelapan ia berujar, "Cukupkah cahaya ini kubawa kesana? Kelakkah menerangi saat tak kan ada lagi surya?"
Gundah itu kini miliknya. Memahami sudah perjalanan yang kan di tempuh, walau meraba arah langkah.
Di depan pintu malam ia terhenti. Menoleh sejenak ke mentari yang sudah pergi...
"Akan tersiakan kah doa yang terpanjat? Atau sudah tak ada manfaat?", isak lara yang mampu luruhkan dinding ego insan jika mendengar walau sayup... Ada air mata dalam lirihnya...
Siapa perduli? Ini perjalanan satu arah untuk satu jiwa. Yang ia tak ingin pun tetap akan jadi miliknya... Pun tak mampu ia elak...
- Desi -
#CatatanKematian 14-12-2018

No comments:
Post a Comment
Leave your comments here
Silahkan kasih komentar mengenai tema yang diangkat tanpa SARA