Di penghujung sore... di tengah sisa gerimis... terdengar suara bocah perempuan bersenandung riang di luar
Suara imutnya tidak menarik perhatianku.. senandung liriknya yang justru menghasilkan tarikan miris di sudut bibir keringku yang seharian tak tersentuh air mineral botolan dengan label ternama di Indonesia...
Dari balik jendela kusam yang penuh jamur yang sulit lenyap di usap oleh cairan pembersih 20 ribuan, aku menyibakkan tirai hitam tebal senilai 300 ribu yang berasal dari kain potong seukuran 3 meteran yang saat pertama ku beli diharapkan kelak menjadi gaun panjang nan indah, demi melihat sosok yang sudah terlebih dulu terbentuk wujudnya dalam imajinasiku yang kerap berisik!
Disana... didepan sebuah rumah yang harusnya menjadi rumah mewah kelas kota besar namun tak pernah usai dibangun, bocah kecil berumur sekitar 4 tahunan dengan rambut ala dora the explorer menggengam permen lolipop ditangan kiri dan batu kali seukuran telapak tangannya di tangan kanan-entah untuk apa- yang mana sesekali mengusap pipinya yang mungkin gatal tertusuk ujung-ujung rambutnya... sambil terus bersenandung dengan irama dan lirik yang sama berulang-ulang... entah siapa pencipta senandung yang terdengar miris di telingaku yang lama tak tersentuh anting berbahan emas, perak, ataupun kawat yang dibentuk menjadi anting yang disebut lucu oleh gerombolan ABG kekinian dengan nada histeris di toko-toko pernak-pernik import seharga 10 ribuan...
"Itu bocah napa yak? Apa besok mati yak?"
Senandung aneh dan miris yang dinyanyikan berulang-ulang tanpa beban akan makna liriknya dari mulut bocah bergaun warna warni dengan motif yang tak nampak jelas oleh mata silinder-plus milikku yang makin jengah untuk berkacamata...
"Itu bocah napa yak? Apa besok mati yak?"
Kembali ku tutup tirai yang tidak pantas disebut tirai hingga ruangan sempit berukuran 3x5 meter ini kembali meredup tanpa cahaya lampu bohlam putih akibat listrik yang padam untuk kedua kalinya dalam 1 hari yang sama...
"Itu bocah napa yak? Apa besok mati yak?"
Apa lagu ayu ting ting sudah tidak memikat telinga lagi disini sehingga dia memilih bernyanyi sebuah lagu yang akan sangat sulit di telusuri jejak penciptanya?
"Itu bocah napa yak? Apa besok mati yak?"
Terekam kuat dan mulai memberi efek suram dalam otak hingga menciptakan ilusi bagaikan lagu yang dinyanyikan kelompok kecil hantu anak-anak berwajah penuh darah dan mata putih rusak dalam film horor Indonesia dengan iringan piano bernada kacau...
"Itu bocah napa yak? Apa besok mati yak?"
Citayam... dan senandung miris sang bocah... jadi kisah baru yang unik dalam catatan perjalananku...
- Desi -
Citayam, 22 April 2017
#KisahCitayam
#Citayam
#Catatanku