Aku penari Tribal Bellydance. Pendiri dari komunitas Tribal bellydance pertama di Indonesia, Tribal Babes Indonesia. Aku juga pengajar tari. Koreografer. Seorang ibu dan istri. Guru bagi anakku, dan sahabat bagi suamiku. Aku adalah si tukang masak didapurku sendiri. Namun dari semua hal tersebut yang utama adalah aku 100% pengikut sejati dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassallam. Daaannnn..... blog ini adalah isi kepalaku...
Aku sengaja bikin judul tersebut... Yup, Tribal Belly Dance dengan kostum tertutup.
Apa yang ada dikepala aku adalah banyaknya penari-penari bellydance di Indonesia yang masih berpikir bahwa bellydance itu WAJIB tampil terbuka, sensual, dan bahkan erotis.... *hiks*
Ditambah lagi pihak-pihak media terutama media tv makin semangat menampilkan bellydance yang sejenis demikian.... bikin malu dan bikin tuduhan orang-orang yang gak paham bellydance jadi semakin kelihatan nyata. Belum lagi perlakuan yang merendahkan yang akhirnya justru didapat oleh para penari profesional... buah dari kelakuan penari "ala-ala"....
Alhamdulillah satu pihak tv swasta meliput troupe aku dan sadar betul bahwa aku berjilbab dan sebagian besar murid-muridku pun memang bukan tipe-tipe yang senang memamerkan dada dan perut mereka kemana-kemana. Selain itu pihak tv swasta tersebut juga memang ingin menunjukkan bahwa yang namanya bellydance TIDAKLAH HARUS terbuka.
Sebagian besar masyarakat Indonesia
masih menganggap bellydance itu tabu, ada juga yang masih mengganggap
sejenis tarian striptease, ada juga yang ngotot mengkategorikan sebagai
bagian dari aerobic dan dipaksakan menjadi belly-robic, bahkan
belly-dangdut.... *sigh*
Semua
anggapan-anggapan yang "aneh" tersebut 99,99% memilih menari dengan kostum
super minim dan dengan tehnik ala kadarnya yang dibuat semirip mungkin
dengan apa yang mereka liat di video-video sosial media (maaf, kalau boleh jujur malah gerakan tersebut jauh dari sebutan tehnik).
Ok balik ke topik utama... berkaitan dengan judul yang aku tulis di atasaku bermaksud memberikan ide-ide bagi yang mau mencoba untuk merubah gaya berkostumnya dengan kostum yang lebih "Indonesia" karena kita tinggal di Indonesia dengan pola pikir masyarakat yang juga berbeda dengan masyarakat dunia barat.
Lalu bagaimana dengan gaya kostum Tribal Bellydance yang dimaksud? Dimana Tribal Bellydance kini pun pelan namun pasti mulai dilirik oleh banyak kalangan? Orang melihat gaya kostum Rachel Brice dan Zoe Jakes, 2 nama besar di dunia Tribal Fusion Bellydance, namun tidak semua orang benar-benar mau berkostum seperti mereka yang sangat terbuka pada bagian atas tubuh. Apa mungkin bisa dengan gaya kostum yang lebih tertutup? Bisa dong....
Menurut aku essence dari tarian tidak semua mengacu pada kostum. Dalam artian di Tribal Bellydance kita masih bisa menyesuaikan diri cara berkostum kita dengan dimana kita tinggal (atau tampil).
Dibawah ini aku share beberapa kostum-kostum yang digunakan oleh aku dan troupe aku dalam menari Tribal Fusion :
Mari kita bandingkan dengan kostum-kostum "sopan" penari luar :
Kalau diperhatikan foto-foto penari-penari luar negri tersebut memang tidak semua memakai kostum Tribal Fusion Bellydance. Hanya jika diperhatikan pakaian kostum yang aku kenakan maupun yang lainnya terlihat sangat jelas bahwa ide-ide yang didapat justru dari kostum-kostum bertemakan folklore belly dance yang notabene berasal dari dataran timur tengah.
Bagaimana Ide untuk kostum Tribal Fusion Bellydance?
1. Jika kamu berjilbab, ambil ide bagian kepalanya (kerudungnya), lalu ikat dengan gaya Gipsi atau gaya Bedouin diluar jilbab kupluk (ninja). Jika tidak berjilbab kamu bisa ambil gaya berkerudung ala Gipsi
2. Jika kamu berjilbab kamu bisa menggunakan kaos manset berleher tinggi dan berlengan panjang, jika tidak berjilbab bisa memakai tanktop dengan lengan pendek atau tanktop tali satu. Lalu tambahkan aksesoris perhiasan-perhiasan perak seperti gelang-gelang besar maupun kecil, cincin-cincin, dan terakhir kalung besar bermotif.
3. Untuk bawahan bisa memakai celana tribal plus hip scarf atau rok gipsi atau rok flamenco
Aku beranikan diri menulis tentang Tribal Bellydance di Indonesia bukan berarti aku merasa master atas segala hal tersebut. Hanya karena aku merasa perlu meluruskan beberapa hal sambil berbagi akan apa yang sudah aku pelajari dari sekian puluh pengajar baik dalam hal praktek tari maupun teori, termasuk apa yang aku dapatkan dari hasil kegemaranku membaca website atau blog para penari-penari Tribal Bellydance yang tentu saja menambah wawasan.
1 hal yang paling mendasar yang harus aku keluarkan dari otak aku sebelum menulis lebih lanjut adalah : SEMUA ORANG BISA MENARI, TAPI TIDAK SEMUA ORANG YANG BISA MENARI ADALAH BENAR-BENAR SEORANG PENARI.
Hal tersebut menjadi dasar atas keseluruhan tulisan aku karena di Indonesia (maaf aku tidak pernah menetap di luar negri dan aku pun tidak mau mengomentari negara lain) banyak sekali lahir para "master-master" tari dadakan. Yup! Dadakan.
Arti kata "Dadakan" yang aku pakai disini bukan hanya terpaku pada kata otodidak, tapi lebih mengarah kepada banyaknya orang-orang yang tidak pernah benar-benar "terlatih" untuk menjadi penari profesional lantas menjadikan dirinya sebagai pengajar tari tanpa fondasi sama sekali. Pegangan yang dipakai hanya satu : "Saya bisa kok menari. TITIK".
**terlatih : mengikuti pelatihan (workshop) atau mendalami atau menguasai tarian melalui jalur yang jelas yakni memiliki atau belajar pada seorang atau beberapa guru yang berkualitas dan kuantitas yang jelas dan terpercaya
Bisa menari belum tentu penari. Kenapa?
1. Tahu kah style apa yang dia tarikan?
2. Kenalkah dia dengan tehnik-tehnik dasar yang dia tarikan?
3. Mengertikah dia akan nama-nama tehnik dalam tarian yang dia tarikan dan pakem apa yang harus dia ketahui?
4. Pahamkah dia bagaimana memilah-milah sebuah gerakan secara detail dan membuat orang lain mengerti saat dia menjelaskan?
Dan masih banyak lagi alasan-alasan atau pertanyaan-pertanyaan yang bisa membuat orang bisa disebut penari atau bukan selain 4 hal di atas dan lihat apa jawabannya? Ya atau tidak? Jika ya, apa penjelasannya?
Apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini dan kenapa hal ini berkaitan dengan judul di atas?
1. Indonesia kini mulai mengenal apa itu Tribal Bellydance (atau banyak yang lebih mengenal dengan sebutan Tribal Fusion saja)
2. Dengan mulai boomingnya Tribal Bellydance kini mendadak banyak lahir "master-master" Tribal di Indonesia (**baca : instruktur-instruktur tribal fusion bellydance tanpa fondasi yang jelas, dan bisa jadi hasil dari belajar dan "kuliah" di Universitas Youtube namun gengsi untuk mengakui), bahkan ada yang bangga merasa sudah mampu mengajar dari hasil belajar di youtube... #menyedihkan
3. Para "master" ini berani mengenalkan sejarah dan fondasi yang salah tanpa mau belajar dan berkaca
4. Tahukah para "master" ini apa itu fondasi Tribal Bellydance? Apa itu ATS? Apa itu ITS? Apa itu Tribal Fusion, dan Fusion apa yang dia tarikan?
Ok, aku rasa aku sudah jabarkan dengan sangat jelas dan bahkan (aku sadari) pedas!
Mari kita paparkan satu persatu secara singkat....
______________________________
AMERICAN TRIBAL STYLE (ATS®)
AMERICAN TRIBAL STYLE (ATS®) yang lahir ditangan Carolena Nericcio, pendiri FatChanceBellyDance®, merupakan style tarian tribal bellydance tanpa koreografi. Tanpa koreografi disini memang bermaksud improvisasi atau bisa disebut sebagai menari secara spontan. Tarian yang ditarikan secara duo atau grup ini memiliki "isyarat/penentu" akan gerakan berikutnya, sehingga memudahkan para penari dibelakang leader (pemimpin grup) untuk memastikan gerakan apa selanjutnya. Inilah cara berkomunikasi antara penari didalam penampilan mereka.
Walau ditarikan tanpa koreografi namun para penari ATS® wajib menghapalkan vocabulary dan combo yang di ciptakan. Hal-hal seperti tertulis di atas yang akan memudahkan siapa saja yang pernah mempelajari ATS® yang benar akan mudah untuk menari bersama-sama walau mereka belum pernah bertemu atau belajar bersama di kelas yang sama.
Apa bisa menari solo didalam ATS®?
Iya dan Tidak
Sejauh ini belum pernah ada grup/troupe ATS® manapun yang menari solo dan tetap memberikan nama ATS® pada penampilannya. Mereka umumnya akan menyebutnya sebagai Tribal Fusion. Jika pun ada mereka tidak benar-benar menari seorang diri di atas panggung, melainkan tetap menari bersama grupnya dan hanya ada momen dimana sebagian penari akan memberikan tempat khusus kepada salah satu penari atau leader untuk melakukan solo. Namun hal ini masih merupakan kejadian yang langka, karena di dunia ATS® kehormatan tertinggi untuk dapat menari solo didalam grup (saat ini) dirasakan hanyalah Carolena Nericcio yang cukup pantas, sang pencipta AMERICAN TRIBAL STYLE (ATS®)
**Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan semua penari ATS® kepada Ibu dari para penari ATS® seluruh dunia
FatChanceBellyDance - American Tribal Style (ATS®) Bellydance :
ITS lahir bisa dibilang sebagai bentuk evolusi modern akan ATS® . Gypsy Caravan, yang dipimpin oleh Paulette Rees-Denis, merupakan salah satu mentor untuk ITS yang cukup ternama di dunia Tribal Bellydance.
Dari apa yang pernah dia dapatkan di ATS® Paulette berani untuk mengembangkan style ini ke bentuk yg lebih unik dan modern. Bahkan dia tidak ragu memasukkan unsur kontemporari didalam vocabulary yang dia ciptakan.
Secara garis besar ITS bisa dikatakan sebagai "adik" dari ATS® karena apa yang dipelajari didalam ITS merupakan konsep yang sama dengan ATS® yakni non-verbal language communication dan mengacu pada 'combo' dan 'cue'.
Troupe ITS yang sekarang juga cukup fenomenal adalah Unmata yang di pimpin oleh pengajar sekaligus pencipta koreografi dan combo Unmata, Amy Sigil. Dengan memadukan unsur modern yang lebih kuat Amy terbilang sangat berani mengembangkan vocabulary dasar yang pernah dia pelajari di FatChanceBellyDance. Konsep yang diciptakan Amy Sigil tetap mengacu pada formasi ATS® namun dengan pengembangan akan vocabulary yang lagi-lagi lebih kontroversi dan cukup memukau banyak murid-muridnya, sehingga dia mampu meng-internasional-kan formasi Hot Pot (sebutan untuk formasi dan vocabulary Unmata).
Seperti yang sudah aku sebut di atas bahwa ITS merupakan evolusi dari ATS® namun tidak melepaskan ciri khas dasar : menari tanpa koreografi dan menggunakan bahasa non-verbal untuk berkomunikasi.
GYPSY CARAVAN :
UNMATA :
_________________________________________
TRIBAL FUSION BELLYDANCE
TribalDanceFusionBellyadalahbentuk modern daribellydanceyang diciptakandengan menggabungkanstyleAmerican Tribal Style bellydancedanAmerican Cabaret Bellydance. Banyak penari Tribal Bellydance yang memadu-padankan antara ATS dengan unsur-unsurdariPopping, HipHop, Egyptian atau yang lebih dikenal dengan sebutan Cabaret Bellydance, sertaprinsip-prinsipgerakandari tariantradisional yang ada di kawasan Eropa dan Timur Tengah sepertiFlamenco, Kathak, Odissi, danFolklorik.
Jill Parker disebut-sebut sebagai orang pertama yang mengusung lahirnya aliran Tribal Fusion di dunia. Namun dunia Tribal Bellydance (terutama di Amerika) tidak akan pernah melupakan orang pertama yang melahirkan aliran Tribal Bellydance di dunia (Amerika) dan disebut sebagai 'Ibu' dari para penari Tribal senior yakni Jamila Salimpour.
Jill Parker merupakan orang pertama yang mengenalkan perpaduan fusion ini ke mata dunia Tribal Bellydance dengan troupe Ultra Gypsy-nya. Memasukkan unsur modern dan teater kontemporary adalah ciri khas dari Jill, menyusul Rachel Brice (yang juga murid dari Carolena Nerricio dan Jill Parker) dengan style yang berbeda dan fokus pada body isolation yang lebih dikenal dengan sebutan "Serpentine Style". Dunia Tribal Bellydance pun kembali di cengangkan dengan "lahirnya" seorang Zoe Jakes dengan ciri khas 'pop-lock'nya. Zoe Jakes sendiripun bukanlah penari Tribal didikkan ATS maupun ITS, namun keunikkan yang dia berikan di setiap penampilannya membuatnya menjadi salah satu penari Tribal dunia yang selalu di tunggu-tunggu penampilannya dan penari tribal dengan ciri khas tersendiri. Masih banyak penari-penari Tribal Bellydance lainnya yang memiliki keunikkan masing-masing, sebut saja Mardi Love, Heather Stants, Elizabeth Strong, Kami Liddle, Sharon Kihara, dan masih banyak lagi.
_______________________________________
Ini hanyalah sebagian kecil dari hal yang aku tulis disini yang terkadang terlewatkan/dilewatkan oleh orang-orang yang mengaku paham akan Tribal Bellydance dan bahkan memberanikan diri mengajar. Sedih melihat orang-orang yang berani mengajar Tribal hanya mengikuti apa yang rachel Brice tarikan atau Zoe Jakes tarikan, terlebih melihat orang megajar bellydance yang dipadu padankan hanya dengan gaya hip hop (entah hip hop ala apa) lalu mengklaim bahwa itu adalah tribal fusion. Lebih sedih lagi karena mereka yang berani mengajar tidaklah cukup paham untuk membedakan mana Tribal Fusion dan mana Bellydance Fusion.
Spent her childhood with Balinese and Jaipong (Indonesian traditional
dance) and learn what they call on that time as pop dance in her town
and produce her first choreography for children younger than her when
she was just 10 years old for Independence Day's party in her town.
Since move her house to another area and hard to find a dance school
nearby, she start to self taught in (what we call now as ) modern dance
(style) when she was teenage.
Since discover bellydance
at 2006 in her town, and start to focus with it. Learn from more than
20 teachers, local and international's teachers including with some of
Bellydance Superstars. Tribal Bellydance is her passion, and it makes
her learn ATS, ITS, and Tribal Fusion from several professional
instructors. She also like doing observation and learn another dance
elements (non bellydance) because she likes fusing anything into Tribal
Bellydance and then put it in her dozens "unusual" choreography.
Desi establish Tribal Babes Indonesia (TBI), officially registered as
dance training center and performing art in Indonesia. Desi and TBI it
self are the pioneer of Tribal Bellydance community in Indonesia and
also the pioneer of Tribal Bellydance events and evolved in Indonesia.
Last but not least she the 1st creator of Improvisational Style Syllabus in south east Asia (guided by Amy Sigil - Unmata). It brought her to several major cities in Indonesia to teach Bellydance
Fusion and Tribal Fusion at workshop, and also flew her to Malaysia in 2012 and
Philippine in 2013 to teach and performs.