Sunday, October 11, 2015

Kekuatan Hati Itu Ada Umurnya...

Kekuatan sebuah besi ada umurnya... lambat laun habis dimakan karat

Kekuatan sebuah kayu juga ada umurnya... kelak pun akan hancur dimakan rayap

Apalagi kekuatan sebuah hati?

Hati pun ada umurnya... suatu saat bisa hancur dan lalu mati...

Bagaimana kalau hati sudah mati kemudian dibungkus paksa dengan kertas warna rona ceria
Dan di ikat oleh pita senyuman agar bisa tetap terlihat indah mempesona dari luar???

Yang mati akan menghasilkan bau busuk yang akan tercium siapa saja yang mendekat...
Secantik apapun bungkusannya...
Serapat bagaimanapun melapisinya...

Namun hati yang mati masih bisa hidup kembali selama nafas masih berhembus dan darah masih mengalir...

Layaknya tanaman hati pun tetap butuh siraman kasih sayang, sentuhan lembut, perhatian dan buaian cinta, supaya apa yang pernah mati akan bisa hidup kembali, berkembang dan lalu mengisi relung hati...

Kekuatan sebuah hati ada umurnya...
Berikanlah perlakuan terbaik
Jangan menunggu ia hancur dan lalu mati

- Desi -

Tuesday, October 6, 2015

Si soleh dan solehah....

Wanita berjilbab syar'i belum tentu dia paling suci
Laki2 yang selalu berpeci pun belum tentu punya rasa perduli

Wanita yang rajin membaca qur'an terkadang ada yg keras hati
Laki2 hafidz pun ada pula yg sulit menggunakan nurani

Mendalami agama belum tentu mampu memahami
Memahami agama pun belum tentu mampu menjalani hidup dgn hati

Manusia merupakan tempat si lupa berdiam diri
Manusia juga tempatnya si salah bersemayam dalam diri
Manusia pun tempatnya si dosa berlumur didalam hati

Allah menciptakan manusia dengan sempurna, namun manusialah yang membiarkan iblis merusak kesempurnaannya

Di sepertiga malam inilah Allah membuka pintu bagi hamba2nya yang mau bersujud memohon ampun atas segala kemunafikannya, kelalaiannya, kebodohannya, dan segala dosa2nya

Disepertiga malam inilah Allah ingin melihat dimana hamba2nya menyandarkan kepalanya jika sedang diberikan ujian atau teguran... bantal kah? atau sajadah?

Jadikan jilbab dan peci yang terpasang sebagai salah satu kunci menuju pintu kebenaran... bukan pembenaran...

Karena yang benar di mata manusia belum tentu benar di mata Allah

#NgocehTengahMalam
#YukSujud

Friday, October 2, 2015

Kita Yang Menentukan Masa Depan Kita! Kata Siapa?

Dalam hidup manusia selalu punya pilihan. Namun tidak semua pilihan yang di inginkan itu bisa di dapatkan...

Kita selalu berpikir bahwa kitalah yang menentukan nasib dan masa depan hidup kita.. kita terkadang lupa bahwa Allah andil 100% dalam perjalanan hidup kita. Jangankan perjalanan hidup... dalam tidur kita pun hanya Allah yang mampu membuat kita tidur dengan merubah-ubah posisi tidur kita dan kemana kita menghadap.

Kadang kita pun berpikir bahwa kita paling tahu mana yang terbaik untuk kita dan hidup kita... tapi seiring berjalannya waktu kita tidak bisa meraih apa yang kita anggap terbaik untuk hidup kita. Kembali lagi di ingatkan bahwa Allah terlibat 100% dalam perjalanan hidup kita. Itu pertanda Allah lah yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita dalam hidup ini. Jadi, jika kita menemukan beberapa hal yang sulit kita raih atau malah jauh dari indikasi menyentuh hal tersebut itu pertanda Allah lah yang menutup jalan menuju hal tersebut karena Allah menetapkan hal tersebut bukanlah yang terbaik untuk kita.. dan lalu Allah membelokkan kita ke arah yang pasti lebih baik bagi kita.

Ada pula yang sering berpikir hidup tidak berpihak padanya. Hidup tidak adil menurutnya. Kita... kita berpikir tidak adil karena kita tidak mampu melihat masa depan yang Allah telah siapkan untuk kita. Allah pasti bertindak adil dan selalu bersikap adil. Hanya saja Allah mampu menjadi apa yang yang kita sangka... maka kita selalu di ingatkan untuk berprasangka baik terhadap penetapan Allah terhadap hidup kita.

Ada hal-hal yang kita impikan tapi tidak kita dapatkan saat ini. Seiring waktu tiba-tiba kita dapatkan impian tersebut? Rasa-rasanya aneh.. karena merasa di awal kita pikir Allah anggap impian kita dulu tidak baik, tapi kenapa Allah malah memberikannya saat ini?

Dulu dan sekarang. 2 kata yang berbeda tulisan dan makna. Otomatis berbeda pula akan apa yang kita punya, rasa, dan lihat disekitar kita. Jadi hal-hal tersebut bukanlah tidak baik untuk kita, tapi dulu belum baik untuk kita. Dulu mungkin kita berada dilingkungan yang kurang tepat, kondisi yang tidak pas, sehingga Allah "menunda" bukannya tidak memberi. Saat Allah melihat segala sesuatunya sudah sesuai dengan yang di aturNya maka Allah langsung memberikannya. Terkadang juga Allah menguji kesabaran kita atau kesungguhan kita dalam meraih impian kita.

Hidup sebenarnya adil. Hidup sebenarnya juga kerja keras. Hidup juga sebuah perjuangan. Hanya saja mata dan pemikiran kita sebagai manusia sering tertutup oleh hal-hal duniawi yang membuat kita lupa bahwa segala sesuatunya adalah andil dari Allah, pengaturan dari Allah, rancangan Allah.

Yakin pada apa yang Allah tetapkan adalah selalu baik bagi kita, maka insya Allah akan lebih mudah kita menjalaninya.

Bersandarlah hanya kepada Allah semata.... karena itu lebih baik dan yang terbaik...

- Desi -